
Colombia · Urabá · Magdalena
Koperasi
Turbana bukan merek biasa, melainkan perserikatan ribuan petani pisang kecil di Colombia Utara. Apa yang mereka panen, kami layarkan setiap minggu ke Eropa.
Dari Colombia, melalui Antwerpen, menuju Amsterdam
Pisang goreng yang tergeletak di lemari dapur Amsterdam telah menempuh samudra dan pelabuhan Antwerpen di belakangnya. Juga tangan ribuan petani Colombia dan tujuh puluh tahun Karsten.

Colombia · Urabá · Magdalena
Turbana bukan merek biasa, melainkan perserikatan ribuan petani pisang kecil di Colombia Utara. Apa yang mereka panen, kami layarkan setiap minggu ke Eropa.

Di pohon
Pisang yang baik paling enak matang di pohonnya. Di sanalah ia menumpuk gula, di sanalah ia mendapat kulit yang sanggup bertahan dalam perjalanan. Itulah sebabnya kami memanen selambat yang dimungkinkan oleh transportasi.

Panen
Dengan satu ayunan parang, tandan seberat lima puluh kilo jatuh lembut ke pelukan pemanen. Tanpa memar, tanpa perlakuan kasar, karena pisang mengingat setiap guncangan.

Gudang pengemasan
Sebelum kotak ditutup: satu pemeriksaan terakhir. Lalu merek pada kotak, kode palet, dan suhu pendingin tempat pisang tidur dengan tenang.

Penyeberangan
Di dalam peti kemas terkondisi pada 13 derajat, tandan menyeberangi samudra. Yang berangkat hijau tetap hijau, hingga ke pelabuhan Antwerpen.

Pelabuhan Antwerpen
Di Antwerpen kapal tiba. Setiap minggu kami berkendara ke sana, memuat Turbana ke dalam armada pendingin kami sendiri, dan membawanya lewat jalan darat ke Amsterdam.

Sel pematangan kami
Di Food Center kami melakukan apa yang tak mungkin di perjalanan: membiarkan pisang matang dengan tenang di sel kami sendiri. Beberapa hari kemudian ia menguning keemasan dan siap untuk konter.

Di pasar
Dari koperasi di Colombia hingga pasar di Albert Cuyp: satu rantai, dari awal hingga akhir di tangan kami sendiri.